Sekilas Tentang Desa Kekeran

Administrator 14 Maret 2019 08:33:29 WITA

Selain memiliki lahan kritis yang amat luas, Kabupaten Buleleng juga punya sejumlah daerah berair yang subur. Lihat saja deretan desa yang dikelilingi sawah- sawah subur di Kecamatan Busungbiu, seperti Titab dan Kekeran. Bukan hanya subur, wilayah persawahan yang sebagian berada di pinggir Jalan Raya Busungbiu-Pupuan itu juga tampak indah dan mempesona. Lebih menarik lagi, sawah-sawah di perbatasan Titab dan Kekeran itu dihiasi batu-batu berbagai ukuran yang tiba-tiba mencangkung di pematang atau terselip di antara bulir padi di tengah sawah. Dengan kekayaan alam yang subur dan indah itu tentu tidak salah jika warga di Desa Kekeran tetap betah hidup dari hasil pertanian. hampir 80 persen dari sekitar 878 KK penduduk Kekeran masih bekerja sebagai petani. Selebihnya mencoba menggantungkan nasib dari usaha kerajinan, perdagangan dan menjadi PNS atau TNI/Polri. ''Tak ada jalan lain yang bisa dilakukan, selain bertani dan berkebun,'' kata seorang warga Kekeran, usai menjemur bunga cengkeh, selama ini Warga masih betah jadi petani. Dulu, penghasilan utamanya hanya berasal dari tanah basah. Tetapi kini, tepatnya sejak tahun 1970-an, warga di Kekeran mulai mendapatkan penghasilan lumayan besar dari perkebunan cengkeh. Namun, meski hasil cengkeh sudah mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kekeran, mereka ternyata tak mau meninggalkan sawah-sawah mereka. Sawah masih digarap. Selain padi dan cengkeh, warga juga menanam komoditi lain seperti coklat, vanili dan buah-buahan lokal. Banyak warga menyekolahkan anak-anak hingga ke perguruan tinggi dengan mengandalkan penghasilan cengkeh dan hasil pertanian lainnya. Karena alam sudah memberi kehidupan bagi warag Kekeran, maka warga di desa itu juga punya kepekaan yang tinggi untuk memelihara alam. Sebagaimana dikatakan Klian Desa Kekeran , sawah di Kekeran masih terpelihara baik. Dari luas keseluruhan sekitar 370 hektar, Desa Kekeran
Desa Kekeran masih didominasi areal persawahan seluas 200 hektar, lalu diikuti dengan perkebunan 150 hektar, dan sisanya adalah pemukiman dan tempat usaha kecil. Sejak berabad lalu hingga zaman modern, Desa Kekeran yang terdiri atas dua banjar dinas, yakni Banjar Dauh Margi dan Dangin Margi, itu sepertinya tak banyak mengalami perubahan. Jikapun terdapat bangunan-bangunan baru di pinggir jalan besar, jumlahnya tidak terlalu banyak dan tak sampai mengganggu eksisnya areal persawahan dan perkebunan di desa itu. Bangunan-bangunan baru di desa itu hanya bangunan tempat tinggal keluarga, sehingga tak sampai mengalihfungsikan sawah terlalu banyak. Apalagi, meski alam di Desa Kekeran sangat indah, tampaknya investor tidak banyak yang tertarik untuk membangun akomodasi wisata di desa itu. Selain pemukiman dan tempat usaha kecil, tanah-tanah di desa itu masih murni dan belum dirusak oleh investasi besar yang biasanya hanya bisa mengeruk keuntungan material tanpa mempedulikan alam. ''Tak ada hotel di sini, tak ada vila, hanya bangunan milik warga Karena tak ada investasi besar, praktis Desa Kekeran jarang didatangi penduduk luar, apalagi warga non-Hindu. Hampir semua warga di desa merupakan warga yang sudah tinggal dan menetap bertahun-tahun di desa itu. Jikapun ada industri kecil yang memperkerjakan karyawan, namun karyawan itu memang berasal dari Kekeran. itu, Memang, meski wilayah pertanian masih menjadi andalan, bukan berarti warga di Desa Kekeran tak ada yang mencoba beralih ke usaha kerajinan. Sejumlah warga mulai ada yang mengembangkan industri rumah tangga, seperti pembuatan dupa, pajeng atau tedung dan sedikit warga menggeluti kerajinan ukiran. Bahkan dulu, sejumlah warga di Desa Kekeran dikenal sebagai ahli membuat wadah (bade) yang biasa mendapat pesanan dari warga di desa lain. Selain itu banyak juga warga Kekeran yang tinggal di luar daerah, yakni sekitar 250 KK. Mereka kebanyakan tinggal di Denpasar, Tabanan, bahkan luar Bali. Ada juga beberapa warga yang bekerja di luar negeri

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Media Sosial

FacebookTwitterYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

Lokasi Kekeran

tampilkan dalam peta lebih besar